Guru Siapkan Komik untuk Panduan KTSP
Surabaya, Kompas - Rencana penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP disambut guru dengan menyiapkan buku panduan yang lebih menyenangkan bagi siswa. Salah satu guru menyiapkan panduan berupa komik untuk pelajaran Fisika dan guru lain menyiapkan panduan berbasis permainan untuk pelajaran Biologi.
Guru Fisika SMA St Maria Surabaya, Bagus Novianto Wibisono, menuturkan, penerapan KTSP memberi kesempatan kepada guru menyesuaikan metode pengajaran dengan lingkungan sekitar sekolah. Guru juga diminta membuat panduan yang lebih berpusat kepada siswa.
"Saya memilih membuat komik dengan pertimbangan sebagian besar siswa malas membuka buku paket yang berisi angka dan huruf saja. Berdasarkan pengalaman mengajar, saya melihat siswa lebih tertarik mendalami materi bila panduan diberi ilustrasi. Apalagi manusia cenderung lebih mudah mengingat gambar dibandingkan dengan huruf dan angka saja," tuturnya di Surabaya, Sabtu (30/9).
Guru Biologi SMA St Maria, Marceline Prophylia, menuturkan, tengah menyusun panduan berkonsep pembelajaran sains menyenangkan. "Semua pembelajaran dilakukan lewat permainan," ujarnya.
Dia tengah meneliti dampak penggunaan metode pembelajaran konvensional dan pembelajaran sambil bermain pada pemahaman siswa. Penelitian itu baru 60 persen. Hasil sementara menunjukkan, siswa yang menggunakan metode pembelajaran sambil bermain cenderung lebih memahami materi dan konsep pelajaran.
Kedua guru itu mendapatkan hibah masing-masing Rp 5 juta dari salah satu kelompok lembaga keuangan internasional untuk mewujudkan konsep tersebut.
Kedua guru itu optimistis KTSP akan meningkatkan pemahaman siswa atas konsep pelajaran jika metodenya diterapkan dengan benar. KTSP memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri cara termudah memahami konsep. "Secara psikologis, sesuatu yang dicari sendiri cenderung lebih mudah diingat dan dipahami," ujarnya.
Namun, mereka tidak yakin efektivitas penerapan KTSP jika tetap ada ujian nasional. Mereka juga tidak yakin KTSP akan mengurangi beban mengajar guru karena masih ada UN. (RAZ)